Anatomi Standard Panjat TebingStandarisasi adalah pembakuan berbagai aspek yang terkait dengan panjat tebing. Baik dari sisi kegiatan, peralatan, maupun fasilitas. Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa kegiatan panjat-memanjat pun meliputi beberapa bidang tujuan manusia. Ada yang melakukan kegiatan memanjat untuk mencari nafkah seperti para pekerja pemasang tower telekomunikasi, penyadap nira kelapa, atau para buruh pekerja di bangunan tinggi. Selain itu ada juga yang melakukan kegiatan memanjat untuk tujuan rekreasi dan pemuasan hasrat petualangan seperti yang banyak dilakukan para pemanjat tebing di tebing-tebing batu. Dan ada juga yang melakukan pemanjatan untuk tujuan prestasi olahraga seperti yang saat ini dilakukan oleh ribuan atlit panjat tebing. Setelah kita tahu tujuan kegiatan pemanjatan harusnya kita sudah tahu siapa yang berhak melakukan standarisasi manjat-memanjat di Indonesia. Untuk tujuan mencari nafkah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi lah yang berhak, dibawah payung Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selanjutnya untuk tujuan rekreasi dan prestasi Menteri Pemuda dan Olahraga yang berhak dibawah payung Undang-undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Standarisasi adalah suatu kegiatan yang sangat teknis, membutuhkan pemahaman yang cukup ribet agar suatu standard yang diterbitkan nantinya dapat membantu tujuan pemanjatan dicapai. Jika tidak ditangani dengan proper, akan terjadi tumpang tindih standard yang akhirnya akan mengaburkan tujuan tersebut. Berdasar pemikiran itu FPTI telah membentuk satu badan otonom bernama Badan Standarisasi dan Akreditasi Pemanjatan Indonesia (BSAPI). Badan ini mempunyai tugas yang sangat berat yaitu membangun suatu sistem standard yang akan mencakup kegiatan, peralatan dan fasilitas pemanjatan untuk prestasi maupun rekreasi atau petualangan. |
| 10 April 2008 | mamanh |
Peraturan Kompetisi Internasional 2008Internasional Federation of Sport Climbing (IFSC) baru saja menerbitkan peraturan kompetisi edisi 2008-2009. Peraturan terbagi dalam dua bagian, yaitu peraturan kompetisi dan penyelenggaraan. Kedua peraturan dapat dimendownload di website IFSC. Peraturan kompetisi dirancang untuk rentang waktu yang cukup panjang 3-4 tahun. Tentunya agar para kompetitor tidak pusing dengan selalu bergantinya aturan setiap tahun. Banyak hal baru dalam peraturan edisi kali ini, antara lain standard UIAA tidak lagi memonopoli peralatan kompetisi karena kita tahu kompetisi panjat tebing dunia tidak lagi menginduk pada UIAA. Juga mengenai aturan false-start untuk kategori speed yang lebih akurat dari sebelumnya. |
| 18 March 2008 | mamanh |
Standard Kepelatihan Panjat TebingBadan Standarisasi dan Akreditasi Pemanjatan Indonesia (BSAPI) dalam waktu dekat akan menerbitkan Standard Kepelatihan Panjat Tebing Indonesia. Standard kepelatihan mengenal tiga level kompetensi. Segera setelah diberlakukan, akan dilaksanakan kursus untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pelatih olahraga panjat tebing level-1. Pra-syarat untuk mengikuti kursus kepeletihan level-1 calon peserta harus mempunyai sertifikat sport climbing level-1 standard Asia Tenggara. Setelah mengikuti kursus peserta yang memenuhi standard akan mendapatkan sertifikat kepelatihan. Dengan adanya sertifikasi ini maka tidak semua orang boleh menyebut diri sebagai pelatih panjat tebing seperti yang saat ini banyak terjadi. Diharapkan dengan telah akan diberlakukannya standard kepelatihan ini, prestasi panjat tebing Indonesia dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan secara lebih terarah. |
| 06 February 2008 | mamanh |
Back To Rock and Safe Climbing
Peremajaan dilakukan mengingat banyak jalur-pemanjatan sport yang sejak dibuat hangernya belum pernah diganti, sehingga dapat membahayakan para pemanjat. Untuk meningkatkan kewaspadaan kepada para pemanjat, juga dilakukan pemasangan papan peringatan tentang risiko kegiatan panjat tebing. Kegiatan yang digagas oleh Tedi dan rekan-rekan adalah untuk mendorong agar para pemanjat kembali ke tebing alam yang karena meningkatkan kompetisi sudah menjadi kurang diminati. Kegiatan kampanye juga dimuati dengan pesan bahwa pemanjatan harus dilakukan dengan aman (safe climbing). Tebing-48 yang telah menjadi media melakukan kegiatan panjat tebing sejak sekitar 1978 dan pada tahun 1999 telah resmi dikelola oleh Pusdikpassus Kopassus, sehingga jika para pemanjat akan melakukan kegiatan di kawasan ini harus mendapat ijin dari Komandan Pusdikpassus Kopassus. Sebetulnya dengan telah dimiliki Tebing-48 oleh Pusdikpassus berarti menjamin bahwa tebing tersebut tidak akan dijadikan marmer atau kapur seperti yang terjadi pada Tebing-90 yang berada tidak jauh dari Tebing-48. Setelah Tebing-48, kegiatan kampanye "Back to Rock and Safe Climbing" akan dilanjutkan ke Pulau Bintan pada 13-17 Desember 2007. Direncanakan pada awal tahun 2007 akan dilakukan di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak antara lain: BSAPI, Eiger, FPTI, Skygers, dan Toke Wall. |
| 09 December 2007 | mamanh |
Risiko Kegiatan Panjat Tebing
Mengaburkan informasi sehingga orang menganggap suatu kegiatan tidak mengandung risiko adalah suatu tindakan yang salah. Jika orang telah beranggapan tidak ada risiko maka tidak perlu hati-hati, tidak perlu pengamanan, tidak perlu peralatan dan seterusnya. Dengan menginformasikan adanya risiko jelas akan membuat orang untuk berhati-hati: harus belajar dulu kegiatan memanjat yang benar, harus punya alat-alat yang dapat diandalkan, harus punya fisik yang prima, dan harus punya rekan memanjat yang kompeten. Perlu diingat bahwa tujuan dari kegiatan memanjat adalah mencapai kepuasan pribadi yang tidak didapat dari kegiatan lain, tapi kegiatan itu harus dicapai dengan selamat dan bisa kembali mengulang kegiatan itu atau kegiatan lain sesudahnya. |
| 09 December 2007 | mamanh |
Perubahan Tebing
Foto disebelah adalah suasana sekitar Tebing-125 Citatah, Padalarang menghadap ke Tebing-90 di kejauhan yang didominasi pabrik-pabrik pembuat lantai marmer. Dengan peralatan industri yang canggih, tidak sampai 5 tahun lagi mungkin Tebing-90 sudah tidak dapat dilihat dari Tebing-125, atau bahkan Tebing-125 pun sudah menjadi lantai di rumah-rumah mewah, karena kita para pengguna tebing-tebing tersebut tidak punya kepedulian sedikitpun. Menurut kabar yang diterima, pihak Kopassus pun harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli hak atas Tebing-48 yang masih berada di kawasan Citatah, Padalarang. Harap dimaklumi, bahwa Tebing-125 pun saat ini sertifikat kepemilikannya telah dikuasai oleh para pengusaha batu marmer, yang mungkin telah mempunyai planning mengenai "kapan buldoser dan excavator masuk Gunung Singgalang?". Mungkin nasib yang sama dialami juga oleh tebing-tebing lain di seluruh Indonesia, baik itu di Lampung, Ciampea (Bogor), Maros (Sulawesi Selatan) atau yang lebih dahsyat Gunung Cartenz Pyramid (Papua) yang harus jadi korban eksploitasi. |
| 03 December 2007 | mamanh |
Climbing in Bali
One of the popular natural climbing area is in Pecatu. There are some sport climbing routes there, and of course some bouldering problems. In 2006 after Asian Youth Cup, youth climbers very enjoy climbed and swam in Pecatu. After you finish your climbing session, just go to the sea for swim because crag and sea are side-by-side. Welcome to Bali, have a nice climbing in Pecatu. |
| 02 December 2007 | mamanh |
Kejuaraan Panjat Tebing Piala Bergilir KASAD Ke-2 2007Yon Arhanud Rudal 002 Bontang (Kalimantan Timur) berhasil mepertahankan supremasi juara umum pada Kejuaraan Panjat Tebing Piala KASAD ke-2 yang berlangsung di Makopassus, Cijantung, Jakarta setelah pada nomor kecepatan dan rintisan perorangan meraih 2 emas dan 2 perunggu melalui Oktopianus Lopululan dan Adi Widodo. Saingan terberat datang dari pemanjat Yonif 412 Raider Kostrad yaitu Rudi Hartono yang meraih perak di nomor kecepatan dan Agus Setiawan dari Brimob Satuan 3 Pelopor yang meraih perak dari nomor rintisan. Kejuaraan yang berlangsung sejak 26 Nop ini diikuti oleh 123 pemanjat dari 13 kesatuan antara lain Kopassus, Denjaka Marinir TNI AL, Kostrad, Kodam Jaya, Kodam Siliwangi, Kodam Sriwijaya, Kodam Diponegoro, Paskhas TNI AU, dan Brimob POLRI. Selain kelas militer, pada kelas umum atlit nasional ikut meramaikan kompetisi untuk kelas umum yang diikuti oleh lebih dari 120 atlit. Kejuaraan Panjat Tebing Piala Bergilir Kepala Staf TNI AD yang digagas oleh FPTI sejak 2006 adalah suatu ajang bagi kesatuan militer dan kepolisian untuk unjuk prestasi dalam bidang panjat tebing, kedepan diharapkan kejuaraan ini dapat diikuti oleh lebih banyak kesatuan. Kegiatan berikutnya diharapkan dapat dilakukan di salah satu kesatuan militer di wilayah Sumatera, karena tahun lalu dan tahun ini dilakukan di wilayah Kalimantan dan Jawa, sehingga prestasi para pemanjat militer dapat lebih merata. |
| 29 November 2007 | mamanh |
Dua Emas Dua Perunggu Asian Youth Champ 2007
Selain Indonesia, kejuaraan ini juga diikuti para pemanjat kelompok umur dari 6 negara anggota International Federation of Sport Climbing- Asian Continental (IFSC-AC) lainnya yaitu tuan rumah Singapura, Kazahtan, Jepang, Korea, Hongkong, Thailand, dan Malaysia dengan jumlah atlit mencapai 50 atlit. Kegiatan yang semula direncanakan dilakukan di Jepang mendadak dipindahkan ke Singapura dalam sidang tahunan IFSC-Asian Continental di Guangzhuo (Cina). Tim Indonesia berkekuatan 7 pemanjat (1 putri dan 6 putra), dan sebagian pemanjat yang berasal dari Propinsi Riau telah kembali tanah air selepas kompetisi selesai, sedangkan Toni dan Syarifah baru kembali ke tanah air 27 Nop 2007. |
| 27 November 2007 | mamanh |
Kompetisi Piala KSAD di CijantungKarena alasan no-teknis panitia akan memindahkan waktu pelaksanaan kompetisi panjat tebing yang memperebutkan Piala KSAD II 2007 menjadi tanggal 26-29 Nov 2007 dari rencana semula 20-23 Nov. Sedangkan tempat kegiatan tidak mengalami perubahan yaitu di Gedung Nanggala, Kopassus, Cijantung. Kompetisi yang akan diikuti oleh lebih dari 15 kesatuan militer dan kepolisian akan terdiri dari 2 nomor perorangan rintisan dan kecepatan, dimana juara umum ditentukan berdasarkan medali atau nilai yang diperoleh oleh tiap kesatuan. Batalyon Brimob Kelapa Dua, Kostrad Batalyon 328 dan tentunya tuan rumah Kopassus telah menyatakan konfirmasi untuk mengirim full team, sejumlah 20 pemanjat. Jika melihat hasil tahun sebelumnya, maka Yon Brimob menjadi kandidat serius membawa Piala Bergilir KSAD yang tahun lalu direbut oleh Batalyon Rudal Arhanuds Balikpapan, Kaltim. |
| 15 November 2007 | mamanh |
Hasil Buruk di Asian Climbing Championship 2007Mungkin tahun ini merupakan prestasi terburuk para atlit panjat tebing Indonesia di kancah Asia. Setelah gagal naik podium kehormatan di 2nd Asian Indoor Games Macau 2007, kembali ajang Asian Climbing Championship 2007 para pemanjat Indonesia harus mengakui China yang mendominasi nomor kecepatan putra dan putri. Pemanjat yang sangat diharapkan Evi Neliwati hanya berhasil meraih posisi 4 dibawah pemanjat China yang menempati posisi 1-3. Di bagian putra Galar Pandu Asmoro, Aan Aviansyah, dan Sultoni Sulaiman harus puas di tempat 8, 14 dan 16 sedangkan posisi 1-4 ditempati para pemanjat China. Di kategori rintisan prestasi terbaik diraih oleh atlit putri Ilmawaty Labanu yang berhasil mencapai peringkat 7, sedangkan di bagian putra Nurmansyah hanya mampu mencapai peringkat 10. Emas putra-putri direbut oleh pemanjat dari Korea Song San Won dan Kim Ja Im. Tahun lalu Erianto Rozak menjadi peraih emas di nomor kecepatan putra dan Yuyun Yuniar dengan perunggu di bagian putri. Demikian berita yang kami peroleh dari arena kejuaraan yang berlangsung di Provinpi Guangzhou China yang berakhir kemarin. |
| 12 November 2007 | mamanh |
Emas dan Perunggu di Asian Climbing Cup 2007, Changsha (China)Setelah gagal meraih medali di Asian Indoor Games Macau 2007, tim panjat tebing Indonesia berhasil mempersembahkan satu emas dan satu perunggu melalui Evi Neliwati di nomor kecepatan putri dan Ilmawaty Labanu di nomor rintisan putri pada Asian Climbing Cup 2007 Changsha (China). Selang satu kemudian melalui jalan darat tim langsung menuju Guangzhou (China) untuk mengikuti Asian Climbing Championship 2007. |
| 10 November 2007 | mamanh |
Kursus Instruktur Panjat Tebing Asia Tenggara
Beberapa calon peserta dari Indonesia telah menyatakan minat untuk ikut kursus ini. Jika masaih ada yang berminat mohon menghubungi Pengda FPTI setempat. Untuk ikut kursus ini peserta harus diregistrasi oleh federasi negara anggota, dan untuk Indonesia harus melalui FPTI. Kursus yang sama tahun ini dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia awal Maret 2007. Indonesia mengirimkan 4 orang peserta. Dengan adanya instruktur bersertifikasi Asia Tenggara, diharapkan kegiatan panjat tebing Indonesia dapat berkembang lebih baik, tidak saja dari sisi aktifitas dari juga dari sisi finansial para pelakunya. |
| 10 November 2007 | mamanh |
Bad Result in Macau 2007With big expectation when leave the homeland, Indonesian climbers got nothing at this 2nd Asian Indoor Games. The best place made by Evi Neliwati is 6th place in speed women where two Chinese climbers got gold and silver. Indonesian men climbers even worse than women, in the speed event none could enter quarter final where they failed to climb the new 15 meter IFSC route. In women category, Ilmawaty Labanu took 7th place where for lead gold medals took by two Korean, silvers by Japan. These not too good result must be starting point for FPTI to evaluate what was wrong, how to fix an soon. But in our short view we can see that other competitor countries such as China, Kazahtan, and Malaysia come with younger climbers. Is it time for us to start to give younger climbers change to face more international competitions? |
| 02 November 2007 | mamanh |
Menuju Macau dengan Harapan BesarDinihari nanti 27/1 tim panjat tebing sebagai bagian dari kontingen Indonesia terbang menuju Macauuntuk mengikuti 2nd Asian Indoor Games 2007 Macau. Dibawah pimpinan manajer tim F Hendricus Mutter, FPTI akan mengirimkan 12 atlit yaitu Evi Neliwati, Nurmansyah P Kahir, Galar Pandu Asmoro, Wilda Baco Achmad, Ilamwaty Labanu (Jatim), Hadi Nugroho Susanto, Erna Cahyanti (Jateng), Riki Kiswani (DKI Jakarta), Gustiana Musdalifah (Kaltim), Amri (Jabar), dan Sultoni Sulaiman (DI Yogyakarta). Untuk panjat tebing 2nd AIG Macau 2007 akan memperebutkan 4 medali emas dari nomor rintisan perorangan putra-putri dan kecepatan perorangan putra-putri. Cabang sport climbing baru akan memulai kompetisi pada 30 Oktober dan seluruh babak finalnya pada 2 Nopember, informasi lengkap ada dilihat di website www.maigoc2007.com. Pada AIG 2005 lalu para atlit panjat tebing Indonesia mempersembahkan satu-satunya medali emas bagi kontingen Indonesia yaitu melalui Evi Neliwati yang menjadi juara untuk nomor kecepatan perorangan putri. Setelah mengikuti AIG Macau 2007, tim akan bergabung dengan atlit panjat tebing lainnya menuju Guangzhuo (China) untuk mengikuti Asian Championship 2007 dan Zhengchen juga di China untuk kegiatan lain yaitu Asia Cup 2007. Sehingga seluruh tim baru akan kembali ke tanah air pada tanggal 13 Nov 2007. |
| 26 October 2007 | imambr |
| More news.. |